Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Efesus 5:3-4
Data menunjukkan bahwa mayoritas penyebab kebakaran di pemukiman adalah karena kelalaian atau human error. Korsleting listrik menduduki peringkat pertama penyebabnya. Ini terjadi karena perilaku seperti menancapkan terlalu banyak steker ke stop kontak, instalasi listrik sudah tua, dsb. Penyebab lain adalah lupa mematikan kompor, sembarangan menaruh puntung rokok yang masih menyala, dll. Puntung rokok ini juga ditengarai paling sering menyebabkan kebakaran di lahan atau hutan. Berapa besar percikan api ketika terjadi korslet? Berapa besar api kompor apalagi api di batang rokok? Jika api itu dihadapi sejak awal, api itu sangat kecil dan sangat mudah dipadamkan. Namun, api kecil yang terus dibiarkan bisa membakar sebuah kampung atau sebuah hutan luas.
Pepatah berkata, “bermain air basah, bermain api hangus.” Sesuatu yang awalnya hanya permainan pun bisa membuat hangus. Sesuatu yang awalnya hanya kecil bisa membawa kehancuran. Demikian pula yang terjadi pada dosa atau hal-hal mau berurusan, bahkan tidak mau bersentuhan sama sekali, dengan hal-hal yang bisa membawa kepada dosa.
Begitu pembicaraan mulai mengarah ke hal negatif, segeralah menyudahinya. Saat tanpa sengaja kita dengar pembicaraan negatif seperti itu, pergilah dari sana. Begitu tahu di dekat kita ada tempat atau sesuatu yang bisa membawa kita pada dosa, segera hindari tempat itu. Begitu di pikiran kita muncul ide atau pikiran yang negatif, tidak kudus, kotor, sembrono, serakah, dll, segera ubah dan isi pikiran kita itu dengan ucapan syukur, hal-hal yang benar, mulia, suci, adil, manis didengar, dll (Ef. 5:3-4, Flp. 4:8). Kuncinya adalah momentum. Kita harus melakukannya dengan segera.
Putuskan dari awal untuk menghindari dosa!