TEMA : “Tunaikanlah Tugas Pelayananmu”
BACAAN ALKITAB: 2 Timotius 4:1-8
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus.
Pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa merupakan anugerah Tuhan di tanah Minahasa, Sulawesi Utara bahkan di seluruh dunia yang hari ini bersyukur atas Hari Ulang Tahun ke- 86 bersinode. Memang menunaikan tugas pelayanan dan panggilan Gereja GMIM telah melewati berbagai pergumulan namun karena GMIM adalah milik Tuhan maka apapun rin-tangan dan gelombang yang menerpanya tidak membuat gereja ini tenggelam. Malahan GMIM tetap eksis untuk terus menerus memberitakan kabar baik dimanapun ia berada. https://www.profitablecpmratenetwork.com/cjg7awakv?key=d7089fc8c4a472af7fcbef8089abf152 ADVERTISEMENT
Bacaan kita hari ini dimana masa akhir hidup rasul Paulus ada di dalam penjara di kota Roma. Sebelum dihukum mati dengan dipancung, Paulus menuliskan surat terakhirnya kepada Timotius. Paulus sadar bahwa “waktunya” sudah dekat dan darahnya sudah sementara dicurahkan untuk menjadi persem-bahannya kepadaTuhan. Tetapi dengan penuh pengharapan, ia menantikan waktu manakala Tuhan mengaruniakan mah-kota kehidupan baginya. Oleh karena itu Paulus menasihati Timotius sebagai penerus untuk menunaikan pelayanan dengan memberitakan Injil. Dasar Paulus menasihati Timotius menya-takan bahwa dihadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya, (ayat 1). Selanjutnya Timotius harus siap sedia dalam segala keadaan untuk menegur mereka yang bersalah dengan penuh kesabaran. Timotius pasti meng-hadapi resiko dan mengambil tanggungjawab melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh Paulus. Timotius harus taat, berani dan penuh pengendalian diri untuk menjadi saksi Kristus, “baik atau tidak baik waktunya”. Di tengah ancaman, teror dan pem-bunuhan dari pembenci, termasuk negara. Bahkan menghadapi guru-guru palsu yang menyesatkan mereka dengan menyebar-kan injil hanya berdasarkan keinginan pribadi dan dongeng mereka dan bukan Injil yang sebenarnya, (ayat 2-4). Timotius harus jadi contoh dan teladan dalam hidupnya supaya Injil itu disampaikan dengan baik. Dia harus menguasai diri, sabar dalam penderitan serta tunaikan tugas pelayannya dengan sungguh-sungguh. Dengan berlandaskan Firman Tuhan, Timotius harus berani menegur segala bentuk, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan termasuk yang dilakukan oleh para penguasa. Injil harus diberitakan dengan konsisten karena di dalamnya terkandung pengajaran tentang kasih karunia dan damai sejahtera yang berasal dari Allah Bapa di dalamYesus. Paulus memberikan pastoral kepada Timotius untuk tunaikan tugas pelayanannya. Paulus tahu bahwa Pemberitaan Injil itu harus diteruskan karena Paulus merasa akan berakhir pelaya-nannya termasuk menghadapi kematiannya yang sudah dekat. Paulus telah menunaikan tugas dengan sempurna sehingga akan tersedia mahkota kebenaran pada hari yang ditentu-kanTuhan baginya, (ayat 6-8).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Kuasa adalah pemberian Allah yang harus dipertanggung-jawabkan dalam pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, setiap orang Kristen harus terlibat untuk menunaikan tugas pelayanan baik dalam kehidupan sosial maupun politik. Orang percaya wajib menyuarakan suara kenabian. Suara kenabian itu dida-sarkan pada nilai-nilai yang universal, yaitu: menegakkan kea-dilan, menyatakan kebenaran, menghormati kebebasan yang bertanggungjawab, memperjuangkan kesejahteraan, dan mem-praktekkan kasih kepada semua orang. Walaupun sering diper-hadapkan dengan resiko. Tapi kita harus menyuarakan kea-dilan Allah bagi dunia ini. Termasuk juga tekanan dan keti-dakadilan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran yang menyesatkan banyak orang. Sebagaiamana Paulus memberitakan Injil kerajaan Allah di depan raja Agripa (Kisah Para Rasul. 26), demikian juga kita dalam tanggungjawab pelayanan di mana kita hadir supaya dunia percaya (Yohanes 17:21). Dalam menunaikan tugas pelayanan kita pun berha-dapan dengan demokrasi yang sistem pemerintahan dari rak-yat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kita mengenal istilah Vox populivox Dei , artinya suara rakyat adalah suara Tuhan. Menurut Calvin baik pemimpin gereja dan pemimpin negara sama-sama bertanggungjawab kepada Tuhan. Dalam pan-dangannya, pemerintah merupakan hamba Allah yang ber-fungsi untuk menjaga relasi manusia dengan Allah dan sesama sehingga terjadi keadilan sosial.
Saudara-saudara,
Kita bersyukur bahwa tangan Tuhan yang kuat dan perkasa senantiasa menolong dan menyertai gereja GMIM dalam kurun waktu 86 tahun bersinode. Dalam masa yang cukup panjang ini, kita telah melewati berbagai peristiwa pen-ting di negara ini. Mulai di era penjajahan dan kemudian memasuki masa perjuangan kemerdekaan serta berbagai peris-tiwa penting lainnya termasuk pengalaman menghadapi dan mengatasi covid 19. Pengalaman menghadapi pandemic ini membuat kita supaya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kita sebagai sesama warga GMIM dalam mem-peringat Hari Ulang Tahun ke-86 sebagai gereja yang mandiri hendaknya saling menopang dan membantu mereka yang berbeban karena dampak dari berbagai kesulitan ekonomi. Kita tetap mewarisi nilai-nilai kebersamaan dan mapalus untuk memajukan persekutuan gereja kita. Walaupun dari segi jumlah orang Kristen di Indonesia sangat sedikit namun pengaruh sangat signifikan. GMIM hendaknya harus menjadi teladan dalam menunaikan tugas pelayanannya untuk tetap memberi-takan Injil keselamatan dalam situasi apapun karena kita yakin bahwa Tuhan beserta dalam sejarah pelayanan GMIM kini dan di waktu yang akan datang. Selamat Merayakan Hari Ulang Tahun ke-86 GMIM bersinode. Amin.