Syair:
Wie sen, soll ich dich empfangen,
Paul Gerhardt, 1653,
1.
. Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datangMu?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!
Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
Supaya kuyakini tujuan janjiMu.
2.
. Kaum Sion menaburkan kembang di JalanMu
'ku ikut mengelukan Dikau di hatiku.
Kunyanyi Hosiana, ya Raja, tolonglah!
PadaMulah kiranya hambaMu berserah.
3.
. Betapa Kau berkorban hendak menghiburku
di kala 'ku di jurang sengsara kemelut.
Kau datang, Jurus'lamat dengan sejahtera:
Keluh-kesahku tamat dan hatiku cerah.
4.
. Di saat 'ku terpasung, Kau membebaskanku
segala aib dan malu terhapus olehMu.
Padaku Kautambahi mahkota mulia,
Bahagia abadi, pusaka yang baka!
5.
. Sebabnya Kautinggalkan takhtaMu yang megah,
kasihMulah belaka terhadap dunia.
Kau rela menderita sengsara dan cela,
Segala dukacita dengan manusia.
6.
. Hai insan yang berduka, tabahkan hatimu,
dan pandanglah ke muka. Hai kamu yang lesu:
telah di ambang pintu Penolong mulia
dengan harapan itu jiwamu pun lega.
7.
. Tak usah cari jalan, tak usah berlelah,
bersusah siang-malam mengatur datangNya.
Sengaja Ia datang melipur laramu,
Menaruh kasih sayang, membuka belenggu.
8.
. Kendati hutang dosa membuatmu gentar,
padaNya kau sentosa, anug'rahNya besar!
Bagimu Ia datang menjadi Penebus
Sejaht'ra kerajaan warisanmu terus!
9.
. Tak lagi menakutkan kuasa yang gelap:
semua lawan Tuhan menghilang serempak.
Seg'ra Rajamu datang penuh karunia
Membawa kemenangan selama-lamanya!
10.
. Yang datang menghakimi seisi dunia,
rahmani dan rahimi membela umatNya.
Ya datang, Matahari, sinari umatMu
PadaMu kami cari bahagia penuh.