Syair:
Stabat Marter dolorosa,
Anionim Latin, abad ke-13,
terj. Yamuger 1984
1.
. Lihat bunda yang berduka di depan salib Sang Put'ra
air mata bergenang. O betapa jiwa ibu tersedu menanggung pilu,
bagai ditembus pedang.
2.
. Bunda Put'ra Tunggal Allah disebut "yang berbahagia"
kini sangat bersedih. Hatinya dirundung duka,
kar'na Put'ra yang termulia bersengsara di salib.
3.
. O siapa tidak pilu menyaksikan bunda Kristus menangisi
Put'ranya? Dan siapa tak tergugah menyelami duka bunda
Dalam siksa Anaknya?
4.
. Dilihatnya Yesus, Put'ra, yang tersiksa dan terluka
kar'na dosa umatNya dan bergumul sendirian
menghadapi kematian menyerahkan nyawaNya.
5.
. Wahai bunda, sumber kasih, biar turut kuhayati
dukamu yang mencekam; biar hatiku bernyala mengasihi
Put'ra Allah dan padaNya berkenan.
6.
. Biarlah sengsara aib dari Dia yang tersalib tersemat di hatiku
yang ditanggungNya bagiku kudekap bersamamu.
7.
. Biar aku disampingmu pilu kar'na wafat Kristus
di sepanjang hidupku; inilah keinginanku:
di dekat salib Put'ramu besertamu tersedu.
8.
. O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini
ikut dikau bersedih; biar kematian Tuhan
dan darahNya yang tercurah kukenangkan tak henti.
9.
. Biar aku pun terluka, menghayati salib Tuhan,
digerakkan kasihNya. Hatiku engkau kobarkan
biar aku dibebaskan dalam penghakimanNya.
10.
. Biarlah salib Tuhanku jadi benteng naunganku dan kurasa rahmatNya.
Bila nanti aku mati, biar aku mewarisi kemuliaan yang baka.